Langsung ke konten utama

Postingan

Unggulan

Buku Jangan Ditinggal, Literasi Digital Juga Harus Maksimal

SUATU  hari Erin Cipta (40) penulis, penggerak literasi sekaligus mantan buruh migran asal Desa Karangjati, Kecamatan Sampang, Cilacap baru menyadari anaknya telah mahir menyanyikan lagu Korea. Padahal anaknya tak pernah terlihat belajar khusus apalagi diajari olehnya. Namun kekuatan internet, membuat rumah yang setiap hari menjadi markas interaksi buku dan anak-anak itupun bisa tertembus. "Ternyata anak saya suka K-Pop karena interaksinya dengan internet lewat gadget. Maka sayapun terdorong untuk tahu dan mencari tahu tentang itu meski tertatih-tatih belajar agar saya tetap bisa mendampingi dan mengawasi mereka," ujar perempuan penerima Penghargaan Merit Award di Taiwan Literature Award for Migrant 2014 dan 2015 saat menjadi buruh migran di Taiwan. Ingin brand dan produk Anda dipromosikan oleh influencer di social media? Langsung saja ke influencer marketing zara sekarang juga   Beruntung, paparan pengaruh internet di rumah Erin Cipta ini masih terbilang...

Postingan Terbaru

Cerita Politik Alanda Kariza lewat Novel 'Sophismata'

6 Sastrawan Nasional Yang Karyanya Internasional

Mengenal Novelis Perempuan Legendaris Indonesia, N.H Dini

Berawal dari Wattpad, Mereka Jadi Penulis Buku Sukses

4 Cara Menulis Novel yang Mudah Bagi Penulis Pemula

About Us